Laman

Rabu, 24 Maret 2010

Terimakasih...

Dua puluh tiga maret, duaribu sepuluh, akhirnya barang yang saya butuhkan datang juga. Notebook sederhana namun sangat berarti. Puluhan hari terakhir, laptop tua saya rusak, hasilnya vakum corat-coret curhatan

Sebagian mungkin berkata, laptop rusak bukan penghalang untuk tidak menulis, yang jelas, bagi saya itu sangat mengganggu. Hidup di kosan dengan beragam sifat orang yang berbeda, membuat saya tidak leluasa meminta bantuan mereka sekedar meminjam laptop. Entah perasaan saya yang terlalu perasa, atau mungkin itu sedikit tanda-tanda yang bisa saya baca, muncul satu sikap yang memberi simbol ketidak ikhlasan. Dan saya putuskan untuk menahan diri mengganggu ketenangan orang dengan meminjam barang mereka

Ada pilihan lain, menulis di warnet, bebas, tanpa takut mengganggu privasi orang lain, muncul lagi masalah baru, bagi saya, kekusuan dalam menulis akan hidup secara optimal di malam hari. Kadang ditengah malam. Terbenak untuk mencoba menulis di waktu aktifitas orang masih begitu nampak, yang didapat, hanya lembaran microsoftword yang kosong

Saya butuh kebebasan tanpa ada beban, perasaan tidak enak dan tidak ada orang dengan aktifitas lain disekeliling selama saya menulis. Menggambarkan perasaan dan ungkapan hati membutuhkan keheningan dan suasana sepi malam. Menulis lepas tentang perasaan dan kegiatan hidup, merasakan setiap detak rasa dalam untaian kalimat, menjadikannya satu bacaan story, yang jika dibaca ulang, menumbuhkan jiwa semangat dan ketenanganan batin yang begitu dalam

Kali pertama merasa begitu kehilangan saat alat elektronik terkena error system, saya harus menahan luapan keinginan untuk menulis, dengan ratusan memori kejadian yang berloncatan di kepala, ingin saya abadikan sebagai sejarah pribadi namun terhambat laptop yang rusak

Segera, ketika pengganti laptop tua datang, malam ini saya torehkan sepercik sejarah untuk hari esok, bahwa akhirnya setelah hampir sebulan lebih terpaksa berhenti curhat, hari ini tanggal 23/03/2010 notebook pemberian orang tua datang memberi kebahagian begitu elok

Terimakasih untuk umi dan aba, yang senantiasa selalu melengkapai fasilitas untuk saya kuliah, meski bukan barang mahal, hal ini tetap begitu berharga untuk saya. Kelak, tidak akan surut keinginan dihati untuk terus memberikan yang terbaik bagi kedua orang tua tercinta. Luv u mi, luv u ba…

Tidak ada komentar: