Laman

Jumat, 17 Desember 2010

But its not for all of the time

Sometimes life is not fair. Nasehat yang pernah saya dengar, waktu itu, saat saya dan beberapa teman harus bersabar untuk sebuah keputusan yang nampak tidak adil. Simpel, namun sungguh membuat kami tersadar, itulah hidup, dinamika yang diberi kadang membuat air mata, kadang membawa tawa, kadang mengundang benci dan amarah. Sayangnya, manusia terkadang egois. Tertawa terbahak-bakah seolah tawa tak akan datang lagi, menangis membabi buta seolah hidup sunggu menderita, dan begitu benci meraung-raung seolah keadilan tidak ada sama sekali. Nasehat itu adalah sebuah fakta yang menurut saya tidak bisa lepas dari kehidupan. Bukan hanya untuk sebuah keputusan dalam kompetisi, kadang kala masalah sosial, cinta, keluarga dan toleransi juga nampak tidak adil. Because sometimes life is not fair, but its not for all of the time. Kebaikan tentu akan muncul, meski harus disembunyikan dahulu. Itu hal itu, banyak pepatah yang membenarkan.

Berteriak, tertawa dan menangis, bukan tidak di perbolehkan, berteriaklan saat kebenaran harus dikatakan. Tertawalah saat hati membutuhkan, dan menangislah untuk memberi kepuasan kepada batin. Namun semuanya bukan untuk dilakukan secara berlebihan. Terlalu bahagian, terlalu sedih, terlalu marah, memberi sumbangsih atas kebekuan hati.

Tulisan ini bukan maksud untuk menggurui, bukan, bukan sama sekali untuk itu, hati dan pikiran saya juga masih sering khilaf, sedih terlalu sedih, senang terlalu senang, dan marah terlalu amarah. Saya hanya ingin menuliskannya, seperti kata Isaac Newton menulis untuk berfikir, menulis untuk bermeditasi. Just keep pushing on.

Tidak ada komentar: