Tidak tahu mengapa, saya ingin menulis tentang ini, tidak ada maksud dan tujuan yang pasti, hanya, ingin menyenandungkan rasa dan apa yang saya fikir. Mulanya tidak menyadari begitu mendalam. Kesadaran muncul ketika selesai mengkhatamkan film yang baru saya sewa.
Setelah dilihat dan dirasa, ternyata memang benar. Sebenarnya uang itu benda apa, mengapa menjadi begitu kuat. Orang miskin, kelaparan karena uang, orang mengemis, ngamen, setres karena uang, korupsi, bermewah-mewahan, semua karena uang. Sakit hati, iri dan dengki juka karena uang.
Melihat keadaan ini rasanya hati menjadi kasihan, hidup seperti apa yang bisa berjalan dengan kesemrautan yang ditimbulkan uang. Kemarin, di kereta, selama perjalanan Bekasi-Jogja, tidak ada yang mengatakan dengan terang bahwa uang yang mereka tuju.
Si buta, si burukrupa, si dekil, si tua dan si badan keker kusam, semua berteriak menawarkan barang dagangannya, mondar-mandir sampai puluhan kali tiap gerbong hanya ingin mencari uang, mengapa uang memegang semua kendali untuk meraba hidup? Lagi-lagi mengapa karena uang?!! Si miskin hidup dengan menderita dan Si kaya bergaya dengan kemubazirannya
Di sisi lain, di sebrang kereta yang saya tumpangi. Dibalik kaca dan gorden kereta, Si kaya dan si wangi itu, mengapa juga dengan uang menunjukkan status mereka. Mengenakan segala atribut yang dibeli agar dilihat.
Karena uang, beberapa banyak orang berubah menjadi setan, melanggar akal sehat dan budi pekerti demi mendapat benda kertas itu. Hanya demi lembaran kertas??!! mengapa uang menjadi begitu menakutkan??
Tidak habis untuk terus difikirkan, akhirnya, hanya individu yang bisa menyaring segala permasalahan yang tak pernah usai. Menyalahkan uang juga tiada guna. Mau berteriak dan marah-marah, si kertas hanya bisa bungkam.
Ketidakadilan muncul karena uang, kerakusan menyetir orang untuk mendapatkan uang. Begitu menyilaukankah uang??
Jumat, 12 Februari 2010
Rabu, 03 Februari 2010
Finally...
I’m worry with my decision, when try to writing something in my blog an English, I can’t to speaking, reading, or conversation whit English language well. But, I know that practice it’s a good way to improve my English. So, although I shy when some people who more better read my blog, may be they are will be laugh or say.. “It’s false, wrong, wrong again, again and again, more and more they are finding a wrong the words.
And than they are thinking that I’m person to weak conversations I really know about that’s risk, but in another side I also know, when somebody never try, they aren’t catch up they dream. We will never know our false when nothing people say it. Absolutely I’m jealous to my friends, and people who can speak English well.
It’s become main things, burden is, and another thing why I really want to about, that English language is important skill to my job in the future. From along while become my priority, can speak English well.
And today, though it was late, I got up make sure to my self that need a big support to still run in the street. Jealous is one way to grow up my spirit. After everything happen to me, the case point is everybody who become success today is they are person whit a big thinking and a big effort to get them.
Finally, I can do unusual…
And than they are thinking that I’m person to weak conversations I really know about that’s risk, but in another side I also know, when somebody never try, they aren’t catch up they dream. We will never know our false when nothing people say it. Absolutely I’m jealous to my friends, and people who can speak English well.
It’s become main things, burden is, and another thing why I really want to about, that English language is important skill to my job in the future. From along while become my priority, can speak English well.
And today, though it was late, I got up make sure to my self that need a big support to still run in the street. Jealous is one way to grow up my spirit. After everything happen to me, the case point is everybody who become success today is they are person whit a big thinking and a big effort to get them.
Finally, I can do unusual…
Rabu, 27 Januari 2010
Do'a itu...
Untaian doa yang terucap dari orang tua, kini menjadi tanggungjawab yang harus saya emban. Dengan tegas dan dari dalam hati, terlontar harapan terbalut doa. Terucap saat kebersamaan dan kehangatan kumpul keluarga kecil malam ini. Bersama kakek, sampai larut malam, obrolan dengan uji pengetahuan kecil-kecilan untuk adik dan sepupu saya berujung pada gelak canda dan aroma penuh kasih.
Rupanya, selang beberapa lama kami berbincang, harapan pada anak keduanya ini tidak jua luput, entah dari mana mulanya, ketika dirasa, topic pembicaraan kami semakin meluas, sampai pada satu kesempatan dimana doa dan harapan orang tua terpanjat untuk saya. Doa agar kelak saya hidup menjadi orang sukses, orang yang berilmu dan bermanfaat dilafalkan dengan tatap penuh kekhusyuan kepada saya.
Sedih, ternyata keinginan agar saya menjadi orang berhasil tertanam jauh di lubuk hati kedua orang tua, hanya, saya kurang menyadari keinginan itu, sebagai anak, tidak jarang saya lalai untuk belajar, malas untuk berkarya, mengeluh dan hanya menuntut untuk meminta
Malam ini, bukan lagi sudut pandang arogansi yang berbicara, dulu, saya memandang keinginan dan doa orang tua sebagai hal biasa yang tidak perlu diperhatikan, saya berfikir menyusun hari depan dengan tanpa tanggungjawab dan rencana bisa saya lakukan.
Baru sekarang, di malam ini, saya mengerti bahwa hidup tidak bisa berjalan tanpa satu tujuaan yang pasti, apa yang akan terjadi tidak bisa di pasrahkan pada angin dan waktu yang membawa, kita butuh perencanaan.
Dalam hati saya berteriak, menangis dan terus berkecamuk. Selama ini, telah banyak waktu yang saya lalaikan, saya terus mengulur sambil bersantai, berpangku tangan padahal disaat yang sama, ribuan tetes air mata terus memenuhi setiap doa dan keinginan orang tua, disepanjang malam beliau meminta
Meski, doa itu tidak terucap dengan nada keras sebagai penekanan, namun pandangan mata hati ini, saya mampu melihat bahwa ucapan dan tatapan itu, sungguh penuh pengharapan.
Jangan khawatir mih, sekuat tenaga akan selalu saya tempuh setiap onak duri untuk mencapai semua impian, hanya satu yang terus saya pinta, jangan lepaskan pandangan itu, pandangan yang mampu memberi semangat dan ketetapan hati untuk saya terus meraih mimpi
Rupanya, selang beberapa lama kami berbincang, harapan pada anak keduanya ini tidak jua luput, entah dari mana mulanya, ketika dirasa, topic pembicaraan kami semakin meluas, sampai pada satu kesempatan dimana doa dan harapan orang tua terpanjat untuk saya. Doa agar kelak saya hidup menjadi orang sukses, orang yang berilmu dan bermanfaat dilafalkan dengan tatap penuh kekhusyuan kepada saya.
Sedih, ternyata keinginan agar saya menjadi orang berhasil tertanam jauh di lubuk hati kedua orang tua, hanya, saya kurang menyadari keinginan itu, sebagai anak, tidak jarang saya lalai untuk belajar, malas untuk berkarya, mengeluh dan hanya menuntut untuk meminta
Malam ini, bukan lagi sudut pandang arogansi yang berbicara, dulu, saya memandang keinginan dan doa orang tua sebagai hal biasa yang tidak perlu diperhatikan, saya berfikir menyusun hari depan dengan tanpa tanggungjawab dan rencana bisa saya lakukan.
Baru sekarang, di malam ini, saya mengerti bahwa hidup tidak bisa berjalan tanpa satu tujuaan yang pasti, apa yang akan terjadi tidak bisa di pasrahkan pada angin dan waktu yang membawa, kita butuh perencanaan.
Dalam hati saya berteriak, menangis dan terus berkecamuk. Selama ini, telah banyak waktu yang saya lalaikan, saya terus mengulur sambil bersantai, berpangku tangan padahal disaat yang sama, ribuan tetes air mata terus memenuhi setiap doa dan keinginan orang tua, disepanjang malam beliau meminta
Meski, doa itu tidak terucap dengan nada keras sebagai penekanan, namun pandangan mata hati ini, saya mampu melihat bahwa ucapan dan tatapan itu, sungguh penuh pengharapan.
Jangan khawatir mih, sekuat tenaga akan selalu saya tempuh setiap onak duri untuk mencapai semua impian, hanya satu yang terus saya pinta, jangan lepaskan pandangan itu, pandangan yang mampu memberi semangat dan ketetapan hati untuk saya terus meraih mimpi
Langganan:
Postingan (Atom)