Laman

Sabtu, 21 September 2013

Jaga Kesehatan ya...


Satu tahun lalu, saya dibuat kualahan karena satu anak murid saya ada yang melulu masuk rumah sakit tiap menjelang ujian, baik tengah semester dan ujian kenaikan kelas. Penyakitnya menyerang  pencernaan. Ada bakteri. 

Anak ini pintar, semangat belajarnya baik. Sekali dua kali tidak ikut pelajaran saya tidak khawatir tetapi kalau hampir dua minggu, khawatir juga. Sekarang ia sudah naik kelas, saya dengar saat ini ia masuk rumah sakit lagi, padahal sudah menjelang ujian tengah semester ganjil. Haduh dear… semoga lekas sembuh ya..

Salah satu hal yang kerap terlupa adalah ini : sehat itu penting, bersyukurlah untuk itu. 

Belum lama, beberapa hari yang lalu, saya mendapat kabar salah satu anak kerabat ada yang masuk rumah sakit karena kelainan jantung, usianya masih balita. Di blog yang saya ikuti juga sedang membahas penyakit leukemia, dimana salah satu sutrada berbakat terkena kanker darah. Ingatan saya langsung melayang ke buku yang pernah saya baca beberapa tahun silam, asa, nama anak itu. Saya ingat betul.  Ia berjuang meski ujungnya adalah kembali pada-Nya. 

Saat saya tuliskan catatan ini, kabar duka datang dari teman saya yang mengabarkan bahwa ayahandanya harus menghadap kepada-Nya. Laa Hawlaa Walaquwwata Illaabillah. 

Memang tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi esok. Jika akan terjadi, maka terjadilah. Hal-hal yang sifatnya eksternal memang tidak bisa dirubah. kita tak punya kuasa untuk merubah itu, yang bisa dilakukan adalah penyesuaian. 

Teman saya yang harus ditinggal ayahandanya berucap “ya Allah begitu cepat engkau ambil Ayah-ku”, ia tabah dan sedang berusaha menyesuaikan diri dengan takdir ini. Kerabat saya yang anaknya sedang dirawat terlihat ikhlas, ia sedang menyesuaikan diri dengan keadaan ini. 

Siapapun, mulai lah sadar akan bagusnya bersyukur jika anda sehat. Jaga itu dan usahakan.

#Keephealth

Rabu, 14 Agustus 2013

Visi Misi dibalik Samsung..!

Visi dan Misi
Visi : “Inspire the World, Create the Future”
       Misi : Perusahaan Berbasis e-Digital 
                Solusi Kreatif ; Teknologi Baru, Produk Baru
                Kemitraan
                Bakat

Tujuan
“Menjadi pemimpin kreatif di pasar baru dan menjadi bisnis nomer satu yang benar-benar maju”.

Resume
Sejarah Singkat
Awalnya Samsung merupakan perusahaan dagang yang bergerak dibidang ekspor berbagai produk dari Korea Selatan ke Beijing (1938). 
Baru di akhir tahun 1960-an, Lee Byung Chull (pendiri Samsung) mulai mengembangkan perusahaannya di bidang elektronik diawali dengan membentuk divisi elektronik Samsung Electronik Co Devices, Samsung Electro-Mechanics Co, Samsung Corning Co dan Samsung Semiconductor & Telecommunications Co.
Demi untuk memperkokoh perusahaannya, Samsung berinvestasi pada bidang penelitian dan pengembangan, diakhir tahun 1980-an dan awal 1990-an.
Ini merupakan investasi penting bagi Samsung untuk menjadi perusahaan global  di bidang industri elektronik. Investasi ini diikuti Samsung dengan pembangunan pabrik di beberapa Negara seperti New York (1984), dan Tokyo (1985) serta pembangunan fasilitas di Inggris dan Astin (1996).
Untuk mencapai keinginannya sebagai perusahaan elektronik global, Samsung memiliki kesadaran atas pengendalian kualitas. Hal ini dibuktikan pada tahun 1992 Samsung menjadi produsen memori chip terbesar setelah intel.
Dua belas tahun kemudian (2004-2005) Samsung berhasil mengungguli Sony sebagai merek yang paling populer di konsumen elektronik.
Atas keberhasilannya ini, Samsung memiliki Filosofi yang masih dipegang hingga kini, yaitu “Mencurakhan bakat dan teknologi kami untuk menciptakan produk unggulan dan jasa yang berkontribusi kepada masyarakat global yang lebih baik”.
Sebagai pemain lama disusul dengan munculnya perusahaan kompetitor dibidang elektronik khususnya phone seperti  Apple (1977), Samsung tergolong perusahaan yang dapat bertahan dan bersaing hingga hari ini. Terlihat dari ramainya pasar elektronik oleh produk buatan Samsung.
Untuk dapat lebih memahaminya, mari kita lihat visi dan missi dari Samsung. Apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan.

Solusi Kreatif : Teknologi Baru, Produk Baru
            Melihat sejarah dan semangat perusahaan Samsung yang tertuang dalam visi misinya. Dapatlah dijelaskan bahwa Samsung telah konsisten menjalankan misinya. Dimana solusi kreatif adalah penting. Contohnya adalah produk smartTv yang dikeluarkan Samsung berhasil membangun brand image Samsung sebagai perusahaan elektronik yang inovatif, terutama di Indonesia, dimana SmartTv milik Samsung lah yang diiklankan pertama di siaran televisi Indonesia.
            Untuk mendukung misi solusi kreatif, Samsung membuat program Jaringan Research and Development (R&D) dimana fungsi utamanya adalah melihat tren-tren teknologi lokal terbaru dan mewujudkan teknologi yang menawarkan kentungan besar. Oleh sebab itu jaringan R&D didirikan dibanyak Negara; empat pusat R&D di Korea dan  18 lainnya di Sembilan Negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Israel, India, Jepang, Cina.
            Melalui jaringan R&D inilah Samsung terus memperbahari produknya dengan memanfaatkan teknologi baru melalui kreatifitas dan imajinatifitas. Salah satunya adalah kulkas android yang terintegrasi dengan OS android dimana kulkas dapat mendeteksi tanggal kadaluarsa makanan, serta mampu membuat catatan yang dapat dibaca oleh siapapun yang ingin membuka kulkas.  
            Kulkas pintar ini (Kulkas Samsung T9000) merupakan salah satu bentuk implementasi misi yang dimiliki Samsung yaitu kreatifitas mengembangkan teknologi yang original untuk membentuk tren baru di pasar.
            Selain kreatifitas dan imajenitas, hal lain yang diperhatikan oleh Samsung adalah kecepatan, dimana teknologi-teknologi baru secara terus menerus diperkenalkan ke pasar. Sebagai contoh dimana kecepatan menjadi sangat penting bagi Samsung untuk dapat bersaing adalah produk Smartwatch.
            Menurut beberapa artikel berita mengatakan bahwa konsep Smartwatch pertama kali di kemukakan oleh perusahaan Apple.Inc, dengan terlebih dahulu membuat paten nama iwatch. Namun Samsung telah lebih dulu memproduksi dan mendistribusikan kepada pasar. Sehingga yang pertama keluar dipasaran adalah Smartwacth dari Samsung.
            Secara teknologi, Samsung dapat membuat desain sendiri, serta memiliki kemampuan manufactur dan proses teknologi yang canggih. Bahkan beberapa komponen iPhone merupakan perangkat yang dibuat oleh Samsung. Samsung dikenal mampu memproduksi sendiri komponen Smartphone.

Bakat
            Produk-produk dengan teknologi baru yang dikelarkan Samsung melalui misi solusi kreatif tidak terlepas dari bakat karyawan yang dimiliki Samsung. Tim yang terdiri dari para peneliti dan teknisi yang berbakat dan handal.
            Data yang dikeluarkan oleh situs Samsung menyebutkan bahwa karyawan yang bekerja dipenelitian dan pengembangan berjumlah 42.000 orang, yang kesemuanya adalah karyawan yang diambil dari perekrutan bakat-bakat hebat di tingkat lokal “Perusahan mencari bakat cemerlang dari seluruh dunia dan memberikan sumberdaya yang mereka butuhkan untuk menjadi yang terbaik atas apa yang mereka lakukan”.
            Berkembangnya misi bakat ini dilakukan Samsung dengan cara memberi kesempatan yang besar kepada karyawan untuk mencapai potensi yang maksimal.

Kemitraan
            Selain kreatifitas dan bakat, hal lain yang tercantum dalam misi Samsung adalah mengenai Mitra Bisnis, dimana Samsung menjadikan dirinya sebagai sebuah organisasi yang mendorong kerjasama diantara Mitra Bisnis agar dapat bersaing dalam era digital saat ini. Mitra bisnis yang dipilih Samsung antara lain;
Microsoft dan Yahoo.
            Bersama Microsoft, Samsung menjalin kemitraan dalam hal pengembangan dan pemasaran OS Windows Phone. Sedangkan dengan Yahoo, bekerjasama melalui Internet TV Content Service, layanan ini terdapat di televisi layar datar Samsung yang memungkinkan konsumen menikmati konten digital.

Kesimpulan
            Melihat sejarah dan visi misi yang dikembangkan Samsung, menjadi relevan jika dilihat dengan agresifitas penjualan produk baru keluaran Samsung. Dimana Samsung terus membanjiri pasar dengan update-update produk terbarunya.
            Pada Maret 2011 di Singapura, Samsung memperkenalkan puluhan perangkat digital terbaru dari kategori Home Entertainment, Fotografi, Perangkat Bergerak, Kompter, dan Perangkat Rumah Tangga. Keadaan ini memperlihatkan konsistensi yang dilakukan Samsung, dimana tiga misi Samsung : Solusi Kreatif (Teknologi Baru, Produk Baru), Bakat dan Kemitraan telah membawa Samsung menjadi produk yang banyak menawarkan varian produk dengan teknologi tinggi.
            Ramuan misi ini telah membawa Samsung mengungguli iPhone dalam hasil survey yang dilakukan oleh ACSI (Survei Cstomer Satisfaction Index) “iPhone telah tergusur oleh model-model  perangkat Android bikinan Samsung. Posisi pertama dan kedua dalam ranking ACSI diduduki oleh Galaxy S III dan Galaxy Note II yang mengumpulkan skor 84 (skala 100)”.





Sumber:

Kamis, 04 Juli 2013

Saya, Butuh Lima Tahun untuk Menemukan Cara Mengatur Keuangan!


“Omelan” orang tua yang sampai sekarang ini  masih terngiang adalah “hemat nak, jangan boros-boros, belajar hidup perihatin”.

Nasehat itu adalah refleksi perasaan ibu saya yang melihat anaknya terlalu boros.  Bayangkan, jika uang saku untuk sebulan habis dalam waktu dua minggu, bahkan pernah habis dalam satu minggu.
Sifat uncontrolled seperti ini sebenarnya saya tahu penyebabnya yaitu kurangnya manajement keuangan. Saya terlalu mengikuti keinginan tanpa memikirkan apakah dengan pengeluaran yang berlebihan akan menutup biaya hidup selama sebulan. Saya sering lepas control belanja, makan dan jalan-jalan. 

Difikiran saya saat itu adalah uang habis masalah belakangan, dari pada saya bĂȘte menunda kesenangan shopping atau dari pada saya sendiri di kost mending ikut temen jalan-jalan, padahal uang tinggal sedikit. Dan penyesalan biasa datang belakangan. Sebagai anak kost mau tidak mau harus telephone minta uang, saat-saat seperti itu biasanya saya bertekat, bulan depan harus hemat, berjanji di telephone dengan ibu saya tidak akan terulang kejadian seperti ini (uang saku habis duluan). 

Apa yang terjadi di bulan berikutnya? Yupzz, saya tidak bisa berhemat. Terus seperti itu selama saya kuliah. Karena saya tahu bahwa ibu saya tidak akan tega, walaupun ngomel-ngomel pasti tetap ditransfer. 

Namun, dalam hati saya tidak terima keadaan boros saya ini. Sampai saya kerja memiliki penghasilan sendiri, barulah ada peningkatan, uang gaji dapat bertahan selama sebulan, artinya saya tidak kehabisan uang ditengah bulan. Tetapi buruknya, saya tidak bisa menabung. Sampai pada saat saya mendengar teman-teman dekat saya sudah memiliki uang tabungan. Dan jumlahnya tidak sedikit. Saya mulai berfikir bagaimana caranya untuk menabung. Menabung di bank masih ada ATM dan itu tidak pernah berhasil sejak jaman kuliah. Muncul ide menggunakan celengan plastik dengan syarat sehari menabung dua ribu rupiah, wajib! Hal ini berlangung hanya beberapa bulan. Bulan berikutnya tebok celengan karena kepepet, uangpun raib. 

Langkah berikutnya menyiapkan amplop yang ditulis keinginan. Waktu itu ada beberapa keinginan saya, yaitu rumah baru dan liburan ke Singapur. Alhasil saya siapkan dua amplop yang masing-masing saya tulis di atas amplopnya “untuk ke Singapur” dan “untuk rumah baru” dengan ketentuan tiga ratus ribu perbulan di masing-masing amplop selama dua tahun. Cara ini pun gagal total! Hanya bertahan beberapa bulan. 

Sampai melakukan Anatomi Slip Gaji juga pernah, meski tidak se-detail yang diajarkan LiveOlive dalam Bagian 1 : Anatomi Slip Gaji. 

Disitu saya hanya memetakan dari Slip Gaji bulan ini pengeluaran belanja pokok bulanan (sabun, shampo, pembalut dll) adalah sekian, parfum habis maka saya anggarkan sekian, sepatu diganti saya anggarkan sekian, setelah di total tersisah Rp. 1jt (misal), masih bisa untuk nabung dua ratus ribu (misal). Sisa bersih berarti delapan ratus ribu. Secara logika uang ini cukup seharusnya, mengingat  pemetaan diatas sudah cukup rapih. Tetapi apa yang terjadi? GAGAL TOTAL!! Implementasinya tidak jalan. Parfum yang sudah dianggarkan tidak kebeli. Sisa yang seharusnya cukup malah terasa kurang. Tabungan tidak bertambah-tambah. 

Intinya saya tidak pandai menahan diri untuk teratur mengeluarkan uang. Jika sudah ingin, maka ambil! Saya sadar sepenuh hati itu salah, tapi susaaaah menahannya!! Rasanya, sudah buntu menasehati diri ini! Apa lagi yang harus dilakukan untuk mengolah uang. 

Untungnya saya sadar, dan jika sudah begitu saya harus banyak membaca terkait manajemen keuangan. Banyak tips dan trik saya baca dan salah satu yang menggugah adalah tulisan dalam situs LiveOlive mengenai kutipan wawancara dengan Wulan Krabbe:

 “Apa Konsep Uang bagi Anda Sekarang?” 

“Uang mengizinkan anda untuk memiliki kebebasan, sebab uang memampukan anda melakukan hal – hal dalam hidup ini yang tak dapat anda lakukan tanpa uang. Oleh karena itu setiap koin berharga bukan hanya untuk membayar tagihan, namun juga disimpan untuk menghasilkan lebih banyak lagi”

Kalimat yang saya garis bawah menyadarkan sekaligus memberi saya cara mengatasi kesulitan ini. Bahwa saya tetap harus “menyimpan” hanya caranya yang mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Menyimpan tidak harus dalam bentuk uang bukan? -Bisa barang, oke, kalau begitu saya mulai langkah ini. 

Caranya, saya membeli perhiasan cash di toko tetapi angsurannya ke ibu saya (heheheheh) maksudnya saya kasbon ke ibu. Ide ini bagus karena Saya dipaksa mengeluarkan uang dengan tujuan yang sudah jelas. Dibanding saya petakan seperti anatomi gaji, tetapi tidak terlaksana sesuai rencana. Lebih baik saya berhutang dan barangnya Nampak. 

Hutang menjadi beban tersendiri yang harus diprioritaskan. Artinya, saya lebih bertanggngjawab untuk melunasi hutang. 

Tahap selanjutnya “menyimpan” dalam bentuk modal usaha. Sekarang ini saya sedang menjalankan usaha kecil-kecilan menjual aksesoris handmade, bekerjasama dengan teman saya di Jogja. Ini bagus, karena fokus pengeluaran gaji saya adalah untuk modal usaha. Dengan begitu saya lebih gigih memajukan usaha karena jika tidak, maka tidak balik modal. Disamping uang ter-investasikan, saya juga memilki pengalaman baru dalam ber-wirausaha. 

*****
Dari pengalaman mengatur keuangan ini saya menjadi suka dengan pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma” memang dibutuhkan banyak kelokan untuk mencapai tujuan, yang penting temukan cara mu dalam mengolah uang. Karena meski saya dulunya boros, tetapi saya sadar bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan diperlukan pengaturan keuangan yang baik. 

Untuk dapat belajar mengatur keuangan dengan baik, teman-teman dapat bergabung di ;

Selamat menemukan cara mu mengatur keuangan..!!
Cheers...!!
Mala